Revitalisasi Total Pasar Waru Berkonsep Modern dan Digital

Revitalisasi Total Pasar Waru Berkonsep Modern dan Digital

Oleh joy • 12 October 2026

Bagikan Artikel Ini

ADVERTORIAL Diskominfo PPU

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Kali ini, fokus pembangunan diarahkan pada pembenahan infrastruktur perdagangan tradisional melalui rencana besar revitalisasi total Pasar Waru.

Upaya strategis ini digagas agar pasar rakyat tersebut bertransformasi secara total menjadi pusat perbelanjaan modern yang bersih, nyaman, tertata rapi, dan memiliki daya saing tinggi.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menjelaskan proyek ambisius ini merupakan bagian dari program prioritas daerah yang sejalan dengan kebijakan nasional. Kehadiran pasar modern ini diharapkan mampu menjadi episentrum ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

"Kemudian termasuk Pasar Waru juga untuk melaksanakan revitalisasi yang ada. Karena ini belum dibuka nih. Rencananya pembangunan 10.000 pasar Presiden itu," ungkap Mudyat Noor, Senin (12/10/2026).

Selama ini, kondisi eksisting Pasar Waru memang masih dihadapkan pada berbagai kendala infrastruktur mendasar. Pasar rakyat tersebut belum memiliki bangunan permanen yang layak dan masih berdiri di atas lahan milik warga.

Tak hanya itu, tantangan di lapangan meliputi akses jalan utama yang sempit, belum adanya sistem zonasi pedagang yang terorganisasi, serta minimnya fasilitas pendukung seperti drainase yang memadai, fasilitas pengelolaan sampah 3R, toilet bersih, rumah ibadah, hingga area parkir yang representatif bagi pengunjung maupun pedagang.

Guna menuntaskan berbagai persoalan menahun tersebut, Pemkab PPU telah merancang perencanaan komprehensif. Proyek revitalisasi skala besar ini diproyeksikan di atas lahan seluas 51.303 meter kubik dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai belasan miliar rupiah.

Melalui suntikan dana tersebut, wajah Pasar Waru kelak tidak hanya akan tampil dengan struktur bangunan fisik yang kokoh dan modern, tetapi juga menerapkan sistem pengelolaan berbasis digital yang berkelanjutan.

"Transformasi ini diyakini mampu mendongkrak kualitas pelayanan publik, menciptakan lapangan kerja baru yang produktif, serta menghadirkan ekosistem belanja yang higienis, sehat, dan ramah lingkungan," sebutnya.

Mudyat berharap, kehadiran Pasar Waru dengan konsep barunya nanti mampu menggerakkan roda perekonomian lokal secara masif. Penataan yang terintegrasi ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat daya saing para pedagang lokal, tapi juga masyarakat secara umum.

"Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat PPU sebagai pusat perdagangan modern yang berdaya saing global," tandas Mudyat. (Adv)

 

👁️ 1 kali dibaca

Tinggalkan Komentar