PPU Dipilih Jadi Episentrum Pertanian Modern Kaltim

PPU Dipilih Jadi Episentrum Pertanian Modern Kaltim

Oleh joy • 09 October 2026

Bagikan Artikel Ini

ADVERTORIAL Diskominfo PPU

PENAJAM - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini menapaki babak baru yang sangat krusial dalam sejarah transformasi sektor agrarisnya. Di tengah posisinya yang kian strategis sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), wilayah Benuo Taka ini secara resmi dipercaya mengemban misi besar nasional sebagai pusat pelaksanaan program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) untuk Provinsi Kalimantan Timur.

Kepercayaan emas dari Kementerian Pertanian RI ini dibuktikan melalui alokasi lahan yang sangat signifikan. Dari total 7.126 hektar area modernisasi yang dianggarkan untuk seluruh wilayah Kalimantan Timur, sekitar 50 persen atau seluas 3.500 hektar dipusatkan secara penuh di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan buah manis dari sinergi tanpa lelah antara Pemerintah Kabupaten PPU, Dinas Pertanian lokal, serta kegigihan para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang tak kenal lelah mendampingi para petani di lapangan.

"Meski bentangan lahan tanam kita bukan yang terluas jika dibandingkan daerah tetangga seperti Kutai Kartanegara, usulan kita tetap mendapat apresiasi tinggi dan kepercayaan alokasi terbesar dari pusat. Ini bukti nyata komitmen kita untuk menjadi motor penggerak utama ketahanan pangan regional," ujar Mudyat, Jumat (9/10/2026).

Transformasi berbasis teknologi ini diyakini bakal mengubah wajah pertanian PPU secara drastis. Mengacu pada keberhasilan uji coba di Malang, penerapan sistem PM-AAS terbukti ampuh memicu lonjakan produktivitas panen hingga mencapai 5 sampai 7 ton padi per hektar.

Digitalisasi dan mekanisasi pertanian canggih ini, kendala tradisional yang selama ini menghambat potensi petani dipastikan berkurang secara bertahap. "Efisiensi pengolahan lahan hingga peningkatkan kualitas gabah akan menjadi prioritas utama demi melonjakkan pendapatan keluarga petani," tambah Mudyat.

Pemkab PPU bersama seluruh jajaran pengawas lapangan optimistis, kehadiran program PM-AAS tidak hanya memperkuat kedaulatan pangan menyambut era IKN, tetapi juga mewujudkan cita-cita besar dalam memperdayakan dan mengangkat taraf kesejahteraan petani lokal secara berkelanjutan. (Adv)

👁️ 1 kali dibaca

Tinggalkan Komentar