DPRD PPU Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Lowongan Kerja

DPRD PPU Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Lowongan Kerja

Oleh Yun • 27 October 2026

Bagikan Artikel Ini

Advertorial DPRD PPU

PENAJAM – Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diminta lebih cermat saat menerima informasi lowongan pekerjaan melalui media sosial maupun saluran komunikasi digital. Tawaran pekerjaan dengan gaji besar yang tidak disertai informasi perusahaan secara jelas patut diwaspadai karena berpotensi menjadi modus penipuan.

 

Anggota Komisi I DPRD PPU, Mahyudin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja yang menjanjikan penghasilan tinggi dalam waktu singkat. Pelaku penipuan dapat memanfaatkan kebutuhan masyarakat akan pekerjaan untuk meminta uang dengan berbagai alasan.

 

Menurutnya, calon pekerja perlu memastikan identitas perusahaan, alamat kantor, serta kejelasan proses rekrutmen sebelum menyerahkan dokumen pribadi atau mengikuti tahapan seleksi.

 

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah permintaan pembayaran sebelum seseorang dinyatakan diterima bekerja. Mahyudin mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru mentransfer uang hanya karena dijanjikan posisi tertentu atau gaji yang menggiurkan.

 

“Jangan langsung percaya pada tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji besar, apalagi jika pelamar diminta mentransfer uang terlebih dahulu. Periksa kebenaran informasi dan pastikan pihak yang menawarkan pekerjaan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

 

Selain penipuan lowongan kerja, Mahyudin turut mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan data pribadi dan perbankan. Pesan singkat, telepon dari nomor tidak dikenal, maupun tautan mencurigakan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi sensitif apabila masyarakat tidak berhati-hati.

 

Ia menyarankan warga tidak memberikan kode OTP, kata sandi, PIN, maupun data perbankan kepada pihak lain. Jika menemukan tawaran yang mencurigakan, masyarakat sebaiknya melakukan pemeriksaan melalui kanal resmi perusahaan atau meminta bantuan pihak yang memahami keamanan digital.

 

Mahyudin juga menyoroti tawaran pekerjaan yang mengatasnamakan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Masyarakat diharapkan tidak menjadikan besarnya gaji sebagai satu-satunya pertimbangan, melainkan memastikan informasi rekrutmen berasal dari sumber resmi.

 

“Jangan terimingi dengan gaji besar, apalagi diarahkan untuk mengirimkan uang, itu penipuan,” tutupnya.

 

Ia berharap masyarakat PPU semakin bijak menggunakan media sosial dan tidak ragu melaporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang. Pengawasan serta penindakan terhadap kejahatan siber juga dinilai penting untuk melindungi masyarakat dari kerugian finansial. (Adv)

👁️ 6 kali dibaca

Tinggalkan Komentar