Sujiati Dorong Perbaikan Irigasi Pertanian di Babulu

Sujiati Dorong Perbaikan Irigasi Pertanian di Babulu

Oleh Yun • 28 October 2026

Bagikan Artikel Ini

Advertorial DPRD PPU

PENAJAM – Ketersediaan air untuk lahan pertanian menjadi salah satu tantangan yang perlu segera ditangani di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). 

 

Ketergantungan petani terhadap air hujan membuat pembangunan irigasi dan penyediaan sarana pertanian menjadi kebutuhan penting untuk menjaga produktivitas pangan.

 

Anggota DPRD PPU, Sujiati, mengatakan sektor pertanian di Babulu memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan daerah. 

 

Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan infrastruktur dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan petani.

 

Menurut politikus Partai Gerindra itu, keterbatasan pasokan air dapat memengaruhi proses tanam hingga hasil panen. 

 

Karena itu, diperlukan perhatian dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat untuk memperkuat sistem pengairan di kawasan pertanian.

 

“Petani masih menghadapi kendala ketersediaan air karena sebagian lahan bergantung pada tadah hujan. Pembangunan irigasi yang memadai perlu menjadi perhatian agar kegiatan pertanian bisa berjalan lebih optimal,” ujar Sujiati, Rabu (28/10/2026).

 

Ia menilai, pengembangan pertanian tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan sarana produksi. 

 

Pemerintah juga perlu mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian modern serta memberikan pendampingan kepada petani agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif.

 

Edukasi mengenai teknik budidaya, pengelolaan air, dan peningkatan produktivitas juga dinilai penting untuk memperkuat kemampuan petani menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

 

Sujiati mengingatkan, persoalan pengairan perlu ditangani secara berkelanjutan agar petani tetap dapat mengembangkan usaha pertanian mereka. Jika kendala dasar tidak ditangani, produktivitas lahan berpotensi terganggu dan dapat memengaruhi pendapatan petani.

 

“Pemerintah tidak hanya perlu memberikan bantuan, tetapi juga memastikan petani mendapatkan pendampingan dan pengetahuan yang dibutuhkan. Jangan sampai keterbatasan air membuat petani kesulitan mempertahankan produksi pangan,” katanya.

 

Ia berharap pembangunan infrastruktur pengairan di Babulu dapat menjadi bagian dari prioritas perencanaan pembangunan daerah. Koordinasi antarpemerintah diperlukan agar program yang dijalankan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat.

 

Dengan dukungan irigasi, sarana pertanian, dan pendampingan yang berkelanjutan, sektor pertanian Babulu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di PPU. (Adv)

👁️ 15 kali dibaca

Tinggalkan Komentar