PENAJAM - Persoalan sampah di kawasan pemukiman padat penduduk dengan akses jalan terbatas menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU menilai penambahan armada motor roda tiga jenis Kaisar sudah berada di tingkat yang sangat mendesak.
Pemanfaatan itu untuk memaksimalkan daya jangkau pengangkutan sampah rumah tangga di lorong-lorong pemukiman warga yang selama ini luput dari jangkauan armada truk besar. Kepala DLH PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, menegaskan armada motor roda tiga menjadi solusi paling ideal untuk medan gang sempit.
Selain lincah dalam bermanuver di pemukiman padat, operasionalnya juga jauh lebih hemat anggaran. "Sebetulnya yang kami butuhkan adalah motor roda tiga Kaisar yang bisa masuk ke lorong-lorong. Selain itu, BBM-nya juga hanya Pertamax, bukan Dexlite, jadi lebih efisien," ujar Kuncoro, Senin (13/10/2026).
Saat ini DLH PPU baru mengoperasikan 10 unit motor roda tiga yang disebar di lokasi strategis seperti Petung, kawasan Rumah Jabatan Bupati, dan sekitar kantor DLH. Kuncoro memperjelas skema pengangkutannya bahwa sampah dari lorong tidak langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung.
"Pengangkutannya tidak sampai ke TPA. Sampah yang diangkut dari lorong akan kita buang ke TPS terdekat. Seperti TPS di dekat stadion, itu nanti kita angsur pengangkutannya," jelasnya.
Penataan ini juga diimbangi dengan penertiban TPS liar di pinggir jalan demi menjaga keindahan kota. Untuk wilayah Penajam, salah satu TPS resmi yang difokuskan berada di belakang RSUD RAPB. Kuncoro berharap tumpukan sampah liar tidak ada lagi di tepi jalan.
"Tidak ada lagi TPS di pinggir jalan maupun TPS liar yang merusak estetika jalan. Kita fokuskan di TPS resmi," jelasnya.
Ia optimis lingkungan warga dapat tertata bersih. "Harapan kami supaya pengelolaan sampah rumah tangga bisa dilakukan secara baik sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat," pungkasnya. (Adv)