Hindari Gesekan Sosial, Pemkab PPU Libatkan Pedagang Rancang Layout Revitalisasi Pasar Waru

Hindari Gesekan Sosial, Pemkab PPU Libatkan Pedagang Rancang Layout Revitalisasi Pasar Waru

Oleh joy • 28 October 2026

Bagikan Artikel Ini

ADVERTORIAL Diskominfo PPU

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mengedepankan pendekatan persuasif dan partisipatif dalam menyusun rencana revitalisasi Pasar Waru yang dijadwalkan berjalan tahun depan. Skema dialog terbuka ini diterapkan untuk merespons keluhan warga atas kondisi pasar yang terkesan kumuh di tepi jalan utama, sekaligus mencegah terjadinya gesekan sosial saat tahapan relokasi pedagang digulirkan.

Kondisi Bangunan Pasar Waru saat ini sebenarnya sudah berdiri secara fisik, namun belum dapat difungsikan secara optimal oleh para pedagang. Minimnya sarana pendukung seperti jaringan sanitasi yang memadai dan fasilitas penunjang keselamatan membuat aktivitas jual beli belum bisa dipindahkan sepenuhnya ke dalam area pasar yang baru.

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten PPU, Syamsul Adha, membeberkan kendala teknis yang menyebabkan penataan pasar sempat tertunda dari jadwal semula.

"Pasar itu sebenarnya sudah terbangun, cuman belum paripurna. Fasilitas sanitasinya belum lengkap, kemudian fasilitas-fasilitas yang lain juga belum sempurna," ungkap Syamsul, Rabu (28/10/2026).

Meskipun sempat terkendala akibat keterbatasan kemampuan fiskal daerah, program penyempurnaan fasilitas Pasar Waru kini kembali didorong menjadi skala prioritas bersama antara Pemkab PPU dan DPRD PPU. Pemerintah optimistis pengerjaan fisik dapat segera dieksekusi tahun depan seiring mencairnya pola komunikasi antara dinas dan asosiasi pedagang.

Guna memastikan tata letak (layout) dan pembagian lapak sesuai dengan kebutuhan riil para pelaku usaha mikro, Dinas KUKM Perindag intensif menggelar forum diskusi bersama perwakilan pedagang. Pemerintah enggan memaksakan desain secara sepihak yang berisiko ditolak oleh para pedagang saat akan ditempati.

"Jadi kita ajak mereka untuk diskusi, skemanya seperti apa, kemudian layout-nya seperti apa sesuai dengan keinginan mereka. Jangan sampai nanti bangun semau kita, ternyata mereka tidak berkenan untuk pindah dengan alasan kurang ini, kurang itu. Nah, kita ajak mereka berembuk dulu," terang Syamsul.

Guna menutupi keterbatasan APBD kabupaten, Pemkab PPU juga mengambil langkah proaktif jemput bola dengan mengajukan usulan bantuan pendanaan ke pemerintah pusat. "Sementara ini sudah kita ajukan juga permohonan bantuan ke pusat. Kemarin suratnya sudah kita ajukan ke pak bupati. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi," tutup Syamsul. (Adv)

👁️ 1 kali dibaca

Tinggalkan Komentar