Bidik Produksi 10 Ton per Hektar, Kabupaten PPU Jadi Kawasan Percontohan Utama Program PM-AAS

Bidik Produksi 10 Ton per Hektar, Kabupaten PPU Jadi Kawasan Percontohan Utama Program PM-AAS

Oleh joy • 12 October 2026

Bagikan Artikel Ini

ADVERTORIAL Diskominfo PPU

PENAJAM - Sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersiap mengalami lonjakan transformasi besar menyusul penunjukkan wilayah ini sebagai salah satu pusat utama pelaksanaan program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS).

 

Dari total alokasi yang direncanakan oleh pemerintah pusat, seluas 3.500 hektar lahan pertanian di PPU resmi ditetapkan sebagai kawasan percontohan penerapan teknologi modern berbasis digital tersebut. Porsi masif ini mencakup sekitar 50 persen dari keseluruhan program nasional, menjadikan PPU sebagai tulang punggung ketahanan pangan di kawasan penyangga IKN.

 

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten PPU, Rozihan Asward, mengungkapkan program PM-AAS dirancang secara khusus untuk menggenjot volume produksi padi secara intensif, terukur, dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil pemantauan langsung pada kegiatan percontohan yang sebelumnya dilaksanakan di Malang, Jawa Timur.

"Penerapan teknologi pertanian modern terbukti ampuh mendongkrak produktivitas lahan secara signifikan dari 5 hingga 7 ton per hektar," katanya, Senin (12/10/2026).

 

Namun, potensi di lahan PPU dinilai masih sangat besar untuk ditingkatkan lebih maksimal lagi. Pemerintah pusat menetapkan target yang jauh lebih ambisius bagi para petani PPU, yakni mampu memproduksi padi hingga menembus angka 10 ton per hektar.

"Angka ini melonjak tajam jika dibandingkan dengan rata-rata hasil panen tradisional atau konvensional yang selama ini bertahan di kisaran 3 hingga 4 ton per hektar," tuturnya.

 

Untuk mewujudkan target lompatan kuantum tersebut, pemerintah pusat memberikan komitmen dukungan penuh bagi petani di daerah. Bantuan yang dikucurkan meliputi penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) canggih, pendampingan teknis intensif dari para ahli agronomi, serta modernisasi sarana irigasi dan infrastruktur penunjang pertanian lainnya di lapangan.

 

Pihak Dinas Pertanian PPU menyambut baik dan optimistis bahwa target 10 ton per hektar dapat terealisasi secara bertahap seiring perbaikan infrastruktur yang terus berjalan. "Dengan keberhasilan program PM-AAS ini, PPU tidak hanya mampu meningkatkan taraf hidup dan pendapatan para petani lokal, tetapi juga memantapkan posisinya sebagai lumbung pangan modern terdepan di Pulau Kalimantan," pungkas Rozihan. (Adv)

 

👁️ 1 kali dibaca

Tinggalkan Komentar