Iklan

Tumpahan Darah di Medan Juang: PMII PPU Kecam Tindakan Represif Aparat di Kantor Gubernur Kaltim

Tumpahan Darah di Medan Juang: PMII PPU Kecam Tindakan Represif Aparat di Kantor Gubernur Kaltim

Oleh Adm • 04 May 2026

Bagikan Artikel Ini

Daerah

Samarinda — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Penajam Paser Utara (PC PMII PPU) mengecam keras tindakan represif aparat keamanan dalam merespons aksi unjuk rasa kader PMII di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda (05/05/2026).

 

Aksi yang merupakan bentuk penyampaian aspirasi rakyat tersebut berujung pada tindakan kekerasan yang menyebabkan sejumlah kader PMII mengalami luka. Dokumentasi dan Informasi yang beredar menunjukkan adanya korban berdarah di kalangan massa aksi.

 

Kader PMII Penajam Paser Utara, Zam Zam Nor Fathur Rahman, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat.

 

“Setetes darah yang jatuh hari ini adalah harga yang terlalu mahal untuk sebuah kebenaran. Aparat seharusnya hadir untuk melindungi, bukan justru melukai rakyat yang menyampaikan aspirasi,” tegasnya.

 

Iklan

PMII menegaskan bahwa aksi tersebut membawa tujuh tuntutan yang merupakan representasi langsung dari keresahan masyarakat Kalimantan Timur, khususnya terkait penggunaan anggaran publik, tata kelola pemerintahan, dan kepemimpinan daerah yang dinilai tidak responsif.

 

Sebagai organisasi kader, PMII menyatakan tidak akan berhenti menyuarakan kebenaran dan akan terus mengawal isu-isu kerakyatan hingga mendapatkan respons yang konkret dari pemerintah daerah.

 

PMII juga mendesak Gubernur Kalimantan Timur untuk segera menemui massa aksi dan membuka ruang dialog terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik kepada rakyat.

 

Iklan

Selain itu, PMII menuntut evaluasi terhadap aparat yang terlibat dalam tindakan represif serta menjamin tidak terulangnya kekerasan dalam penanganan aksi di masa mendatang.

 

“Perjuangan ini tidak akan berhenti. Mahasiswa tidak diam, dan rakyat tidak akan lupa,” tutup Zam Zam.

👁️ 1,402 kali dibaca

Tinggalkan Komentar