Ruang Pendidikan yang Sunyi : SMP 001 Filial Tadoan Baru dibangun.

Ruang Pendidikan yang Sunyi : SMP 001 Filial Tadoan Baru dibangun.

Oleh Aidil • 10 February 2026

Bagikan Artikel Ini

Daerah

Kutim - Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, tanpa terkecuali mereka yang tinggal di wilayah pesisir dan pelosok. 

SMP 001 Filial Todoan misalnya, yang berada di Desa Tadoan Kecamatan Sandaran Kabupaten Kutai timur (Kutim). 

Ini adalah salah satu cerminan dan contoh bahwa pendidikan di daerah terpencil masih jauh dari kata layak apalagi ideal.

 

Keberadaan SMP 001 Filial Tadoan selama ini menjadi bukti bagaimana masyarakat harus bertahan dengan fasilitas terbatas demi masa depan anak-anak mereka.

 

Meski pembangunan sekolah baru ini akhirnya dilakukan, dan tentunya sangat patut diapresiasi. 

Namun timbul pertanyaan penting mengapa pembangunan tersebut baru berjalan sekarang? Setelah bertahun-tahun, siswa dan guru harus berjuang dengan sarana yang minim, bangunan yang tidak representatif, serta keterbatasan fasilitas belajar.


Ironisnya, dari sekian lama rencana pembangunan sekolah baru ini dijanjikan. Namun tidak ada kejelasan tindak lanjut dalam waktu yang panjang tersebut. 

Hingga masyarakat kembali menyuarakan tuntutan dan mempertegas desakan agar pembangunan sekolah ini dipercepat. 

Fakta ini menunjukkan bahwa dorongan dari warga sering kali menjadi pemicu utama agar kebijakan benar-benar dijalankan.


Ini adalah kebutuhan mendesak yang seharusnya diprioritaskan sejak lama. Mereka berhak mendapatkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan bermutu seperti siswa di kota.


Keterlambatan pembangunan ini juga mencerminkan lemahnya perencanaan dan kebijakan pendidikan di daerah terpencil. 

Selain itu kekhawatiran yang lain juga bermunculan, bahwa jangan sampai pembangunan ini hanya menjadi simbol, tanpa diikuti dengan peningkatan kualitas guru, sarana belajar, dan perhatian berkelanjutan dari pemerintah daerah.


Tentunya masyarakat setempat sangat membutuhkan komitmen nyata dari Pemkab Kutim, khususnya Dinas Pendidikan, agar pembangunan sekolah di wilayah terpencil tidak lagi menunggu bertahun-tahun.


Sebab pendidikan bukanlah hadiah melainkan hak setiap warga negara. Jangan lagi anak-anak pesisir dan pedalaman menjadi korban keterlambatan kebijakan. 

Jangan lagi sekolah di pesisir dan pedalaman menjadi kuburan pendidikan yang sunyi, di saat semua anak-anak yang berada di kota kabupaten sudah mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang mewah.


Saatnya pemerintah kabupaten Kutai timur menyisir sekolah-sekolah dan fasilitas pendidikan di daerah terpencil, dan membuktikan bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya untuk kota, tetapi untuk seluruh daerah Kutai Timur tanpa kecuali.

👁️ 18 kali dibaca

Tinggalkan Komentar