ISEKABAR.ID, Sangatta - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kutai Timur (Kutim) Melihat KonfilK PT Ganda Alam Makmur (GAM) Dengan Masyarakat Adat Perlu di Pandang Secara Objektif, meminta Aparat tidak memihak ke pihak manapun dan mengedepankan kepentingan rakyat.
Melalui Sekretaris Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Kutim MUH. ZAM BOHARI melihat berita yang Viral di media sosial beredar di masyarakat terkait Konflik tenaga kerja Lokal Oleh Masyarakat Adat dan Perusahaan PT GAM perlu diselesaikan secara Objektif oleh semua pihak dan tanpa intervensi Aparat dalam Hal ini TNI/Polri yang bertugas di teritorial Kutai Timur,
“Saya rasa masalah ini selalu ada setiap tahun tentang serapan tenaga kerja lokal, klaim pemerintah selalu sudah ditangani, didiamkan sedikit muncul lagi” Ujar Zam menyampaikan keresahannya,
Ia menuturkan kehadiran Aparat sebagai penegah sudah betul, tapi perlu pengawasan agar tidak memihak salah satu pihak, di Kabupaten Kutim yang Majemuk ini
“Masyarakat kita beragam perlu diselesaikan secara adil dan penuh perhatian dan menghindari konflik yang berlebihan” Jelasnya
Dia juga menambahkan Legislatif & Eksekutif harus menemukan solusi terkait permasalahan tersebut aparat sebagai penengah bukan sebagai pemihak merupakan satu hal penting.
“Banyak sekali masalah kita kecil-kecil tapi dibiarkan bisa jadi besar, siapa lagi yang diharapkan kalo Bukan Pemerintah Daerah, jangan tunggu konflik pecah baru turun mencegah lebih baik dari Pada Menyembuhakan” Lanjutnya,
Sekretaris Umum PC PMII Kutim Muhammad Zam Bohari Bersama beberapa Pengurus dalam waktu dekat berencana bertemu dengan pihak terkait membahas hal tersebut sebagai penyambung lidah rakyat tertindas di Kutai Timur tercinta.
“Jangan kita Aksi dulu baru mau di tangani, sebagai Gen Z saya lebih pilih menyampaikan melalui media dulu klo bisa heareang dulu, klo nggak cape lagi demo-demo” tutupnya. (opini)