Iklan

Hadapi Kemarau Panjang, DPRD PPU Dorong Ada Solusi Air untuk Petani

Hadapi Kemarau Panjang, DPRD PPU Dorong Ada Solusi Air untuk Petani

Oleh Rq • 01 September 2026

Bagikan Artikel Ini

Advertorial DPRD PPU

‎PENAJAM – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong pemerintah menyiapkan langkah antisipasi untuk membantu petani menghadapi kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air pertanian.

‎Anggota Komisi II DPRD PPU, Syarifuddin HR, mengatakan kondisi paling rentan dialami petani yang menggunakan sistem sawah tadah hujan. Ketika curah hujan menurun, kebutuhan air untuk lahan pertanian ikut terganggu.

‎“Bencana kekeringan, ngomongin petani karena kita sawah tadah hujan. Kita ini memang tadah hujan,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

‎Menurut Syarifuddin, pemerintah perlu menyiapkan langkah penolong bagi petani selama musim kemarau, terutama apabila kondisi kering berlangsung lebih lama dari biasanya.

Iklan

‎Ia menyebut ancaman gagal panen bukan persoalan yang baru dialami petani PPU. Kondisi tersebut telah berulang dari tahun ke tahun akibat ketergantungan terhadap curah hujan.

‎“Kita tadah hujan terus. Jadi memang musim kering kita ini dan terancam gagal panen. Ini sudah dialami petani dan berkali-kali,” lanjutnya.

‎Syarifuddin mengatakan penyediaan sumber air menjadi salah satu solusi yang perlu dipikirkan secara serius. Menurutnya, persoalan air telah lama menjadi kendala dalam pengembangan pertanian di PPU.

Iklan

‎“Dari jadinya kabupaten ini kendalanya itu dari dulu cuma air. Kita juga sudah sering-sering, berapa presiden, berapa bupati, minta air di Long Kali itu bisa masuk ke sini, tapi sampai sekarang tidak ada,” jelasnya.

‎Ia berharap pemerintah tidak hanya memikirkan solusi jangka panjang, tetapi juga memberikan dukungan yang dapat membantu petani menghadapi kondisi kekeringan saat ini.

‎“Paling tidak ada penolongnya sedikit, apalagi dengan prediksinya sampai awal tahun ini,” ujarnya.

‎Menurutnya, langkah antisipasi penting segera dilakukan mengingat musim kemarau masih berlangsung. Bantuan terhadap petani dinilai dapat mengurangi risiko kerugian sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pertanian di PPU.

‎DPRD PPU berharap pemerintah dapat mencari langkah konkret untuk mengatasi persoalan air, baik melalui penanganan jangka pendek maupun pembangunan sumber air yang mampu mendukung sektor pertanian secara berkelanjutan.(adv) 

👁️ 162 kali dibaca

Tinggalkan Komentar