PENAJAM - Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah menjadi perhatian DPRD Penajam Paser Utara (PPU). Kondisi tersebut tidak terlepas dari masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.
Anggota Komisi I DPRD PPU, Bijak Ilhamdani, berharap kondisi kabut asap dapat segera membaik. Ia menyebut persoalan asap tidak hanya terjadi di wilayah PPU, tetapi juga dirasakan di daerah lain.
“Kemudian kondisi kabut asap saya pikir memang ini marak dan nggak cuma di Penajam ya. Harapan kita bisa berangsur-angsur perlahan membaik,” ujarnya, Senin (21/9/2026).
Menurut Bijak, pemerintah telah melakukan berbagai langkah dalam menangani kondisi karhutla dan dampak asap yang ditimbulkan. Namun, penanganan di lapangan juga dipengaruhi faktor alam.
“Kalau penanganan saya pikir langkah yang diambil pemerintah sudah maksimal, tapi itu kan usaha kita sebagai manusia,” ujarnya.
Karena itu, selain mengandalkan upaya penanganan, ia berharap perubahan cuaca dapat membantu mengurangi dampak kabut asap.
Hujan dinilai dapat membantu mengatasi kondisi lahan yang kering sekaligus membersihkan udara dari asap.
“Intinya tadi itu kita maksimal melalui upaya kita, ikhtiar kita kepada Sang Pencipta agar turun hujan,” lanjutnya.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Terutama dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api di tengah kondisi lahan yang masih kering. (Adv)