PENAJAM – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus mendorong pengembangan usaha garam rakyat agar menjadi sektor ekonomi produktif bagi masyarakat pesisir. Salah satu langkah yang kini diprioritaskan adalah membentuk kelompok Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) sebagai wadah resmi para petambak.
Pembentukan kelembagaan tersebut dinilai penting agar pengembangan produksi garam lokal tidak berhenti sebatas proyek percontohan atau demonstration plot (demplot). Dengan kelompok yang memiliki legalitas, petambak diharapkan lebih mudah mengakses bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan daerahnya sebenarnya telah memiliki pengalaman positif dalam pengolahan garam dan teknologi penyulingan air laut melalui kerja sama dengan Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).
Bahkan, hasil inovasi tersebut pernah dipamerkan dalam ajang PEDA Pertanian di Kabupaten Berau dan mendapat respons positif. Namun, pengembangannya belum berlanjut karena belum terbentuk kelembagaan petambak yang kuat.
Menurut Andi, pemerintah daerah kini berupaya mengatasi kendala tersebut melalui pembentukan kelompok usaha garam, disertai bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan keterampilan pengolahan serta penyulingan air laut.
"Kami harus mengawal pembentukan kelompok khusus ini, yaitu kelompok Usaha Garam atau PUGAR. Setelah demplot berjalan dan masyarakat membentuk kelompok resmi, baru kita bisa memberikan dukungan bantuan secara penuh," ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Selain mengoptimalkan dukungan anggaran daerah, Dinas Perikanan PPU juga mengusulkan proposal bantuan pengembangan garam rakyat kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun anggaran ini.
BACA JUGA
Yayasan Bersama Peduli Kutim Tanam Pohon dan Serahkan Lahan Kebun Percontohan di Sangatta UtaraLangkah tersebut diharapkan membuka peluang peningkatan kapasitas produksi, memperkuat usaha petambak, sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir.
Dengan dukungan kelembagaan, pendampingan teknis, dan bantuan pemerintah pusat, potensi garam lokal PPU diharapkan berkembang dari sekadar demplot menjadi usaha rakyat yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.(adv)