PENAJAM - Komitmen nyata pemerintah daerah dalam meratakan akses pendidikan yang berkeadilan kembali dibuktikan melalui langkah konkret di lapangan. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi memulai babak penyaluran perdana program Kartu Penajam Cerdas (KPC) untuk tahun anggaran 2026. Bantuan finansial pendidikan senilai Rp600 ribu per siswa ini mulai didistribusikan secara bertahap ke sejumlah sekolah sasaran di wilayah Benuo Taka.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Durajat, menyampaikan bahwa pada gelombang pertama ini, program KPC sukses menjangkau sebanyak 205 orang siswa. Menariknya, sebaran penerima manfaat ini juga memprioritaskan kawasan pesisir yang secara geografis memerlukan perhatian khusus, seperti Kelurahan Pantai Lango, Gersik, hingga Jenebora.
"Untuk tahap awal ini, penerima Kartu Penajam Cerdas berjumlah 205 siswa dari enam sekolah yang telah lebih dulu," ungkap Durajat, Kamis (15/10/2026).
Pendistribusian simbolis dipusatkan di SMP Negeri 15 PPU, menjangkau pelajar tingkat kelas I SD dan kelas VII SMP dari enam institusi pendidikan berbeda. Rincian penerima awal ini meliputi SDN 004 Penajam sebanyak 37 siswa, SDN 007 Penajam 31 siswa, SDN 035 Penajam 25 siswa, SMP Dharma Husada Penajam 40 siswa, SMPN 15 PPU 40 siswa, dan SMPN 19 PPU sebanyak 32 siswa.
"Penyerahan perdana ini menjadi langkah awal dari komitmen Pemkab PPU untuk menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan tepat sasaran," tambah Durajat.
Durajat menjelaskan, total 205 siswa tersebut merupakan bagian awal dari total kuota masif sebanyak 5.885 siswa se-Kabupaten PPU, yang terdiri atas 3.248 siswa SD dan 2.637 siswa SMP. Bantuan ini diproyeksikan secara spesifik untuk meringankan beban ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, seperti seragam, tas, dan sepatu.
"Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada fisik atau infrastruktur, tetapi juga penyiapan sumber daya manusia. Melalui program KPC, Bupati ingin memastikan tidak ada anak di PPU yang terkendala menempuh pendidikan yang layak," pungkas Durajat. (adv)
BACA JUGA
Imbas Krisis "Blackout" Massal, PB PMII Tuntut Menteri ESDM dan Dirut PLN βSegera Dicopot