PENAJAM - Keanggotaan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang baru saja dilantik akan terus diperluas. Saat ini, jumlah perusahaan yang bergabung baru mencapai 16 perusahaan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Jansje Grace Makisurat mengatakan, anggota APSAI saat ini masih didominasi perusahaan dari sektor perbankan.
“Ini baru 16 perusahaan dan kebanyakan didominasi oleh perbankan, kami berharap tambah hari tambah banyak yang ikut bergabung,” ujarnya, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, perluasan pada tim keanggotaan menjadi penting, salah satu sektor yang ditargetkan untuk ikut bergabung yakni perusahaan perkebunan sawit. Pemerintah menilai keterlibatan perusahaan sawit diperlukan untuk memperluas jangkauan program perlindungan anak.
“Target mengajak perusahaan sawit karena pekerja anak dan perusahaan sawit sangat erat diketahui dan ada realitanya di lapangan,” ujarnya.
Ia mengatakan, upaya menggandeng perusahaan sawit akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menargetkan langkah tersebut dapat berjalan pada tahun ini.
“Inilah, dalam waktu dekat tahun ini lah targetkan, karena kalau tahun depan bobo bareng,” lanjutnya.
Dalam upaya memperluas keterlibatan perusahaan, Ketua APSAI PPU Abdul Rasyid juga diharapkan ikut menggandeng dunia usaha. Selain menjabat Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid disebut memiliki posisi sebagai Ketua TJSL.
“Nanti Pak Ketua APSAI, direktur Perumda AMDT yang akan membantu menggandeng karena kebetulan ketua TJSL juga,” ujarnya.
Dengan bertambahnya anggota, APSAI diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dunia usaha dalam mendukung program perlindungan dan pemenuhan hak anak di PPU. (Adv)