PENAJAM - Ketergantungan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat dinilai ikut memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Penerimaan DBH yang belum kembali normal membuat kemampuan daerah menjalankan berbagai kegiatan menjadi terbatas.
Anggota Komisi II DPRD PPU, Jamaluddin, mengatakan kondisi tersebut tidak dapat dipisahkan dari kebijakan nasional yang memberikan dampak terhadap daerah dengan tingkat ketergantungan tinggi terhadap DBH.
“Kurang berani untuk mengakui bahwa daya beli masyarakat dampak daripada kebijakan yang secara nasional itu yang membuat daerah-daerah, khususnya Penajam yang memang ketergantungan DBH, tentunya sangat mempengaruhi,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, persoalan penerimaan DBH tersebut kemudian semakin terasa ketika daerah juga harus menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Ruang pemerintah daerah untuk menjalankan kegiatan yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat menjadi semakin terbatas.
“Dana yang sampai sekarang tidak normal, ya pasti efisiensi. Ditambah efisiensi, akhirnya seperti ini,” lanjutnya.
Jamaluddin menilai kebijakan dari pemerintah pusat bukan sepenuhnya merupakan kesalahan, namun penerapannya perlu mempertimbangkan karakteristik daerah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap DBH.
“Kalau saya katakan terus terang, ini kebijakan pusat yang kurang pas, bukan salah, tetapi lebih tepatnya kurang pas karena akhirnya semua daerah, terutama yang ketergantungan, itu betul-betul merasakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat dan memenuhi kebutuhan pembangunan.
“Kurang berani untuk mengakui bahwa daya beli masyarakat dampak daripada kebijakan yang secara nasional itu yang membuat daerah-daerah, khususnya Penajam yang memang ketergantungan DBH, tentunya sangat mempengaruhi,” ujarnya, Senin 14/9/2026).
Kondisi DBH yang belum normal, menurutnya, perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan kemampuan fiskal daerah dan dampaknya terhadap masyarakat. (Adv)