PENAJAM – Kawasan Pemaluan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), diproyeksikan menjadi pusat industri peternakan ayam terpadu di Kalimantan. Proyek strategis ini disiapkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kebutuhan protein hewani dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sentra hilirisasi ayam tersebut dirancang mengintegrasikan seluruh rantai produksi unggas, mulai dari pembibitan, penetasan telur, penyediaan pakan hingga pengolahan produk ayam. Kehadirannya diharapkan mengurangi ketergantungan pasokan bibit ayam dari Pulau Jawa.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian PPU, Ristu Pramula, mengatakan fasilitas tersebut akan menjadi ekosistem peternakan modern yang dapat dimanfaatkan peternak lokal.
“Jadi nanti di situ ada ayam untuk ditetaskan, untuk breeding-nya. Kemudian ada untuk pembuatan pakannya, terus hilirisasinya untuk produk olahannya,” ujar Ristu, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, pembangunan kawasan ini masih dikoordinasikan bersama kementerian terkait dan Otorita IKN, khususnya menyangkut tata ruang serta kesiapan lahan.
Dengan adanya fasilitas tersebut, peternak di PPU diharapkan lebih mudah memperoleh bibit ayam berkualitas dan pakan tanpa harus menunggu pasokan dari luar Kalimantan.
Selain memperkuat industri peternakan daerah, proyek ini juga memiliki prospek besar dalam memenuhi kebutuhan daging ayam dan produk olahannya untuk program MBG.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, mengungkapkan pembangunan fasilitas tersebut merupakan arahan Presiden RI dan akan dikelola BUMN pangan, PT Berdikari.
Pembangunan fisik ditargetkan selesai pada 30 Juni 2027, sedangkan peresmiannya dijadwalkan pada 1 Juli 2027 oleh Presiden.
Melalui proyek ini, IKN diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga kawasan strategis pengembangan industri pangan yang mampu menopang kebutuhan protein hewani masyarakat Kalimantan.(adv)